MIE INSTAN+COKELAT=MAUT (?)


MIE INSTAN+COKELAT=MAUT (?)

Oleh : Rizqi Amalia Hutami

Apa yang terlintas di benak kamu ketika membaca judul tersebut? bertanya-tanya benarkah adanya, atau ingin mengkritisi? Menarik ya~ judul tersebut saya kutip dari sebuah akun berbanyak adders.

Bagaimana makanan yang kita konsumsi dapat seketika menyebabkan kematian? Tentu perlu diketahui dulu bahwa semua produk makanan dan minuman yang lolos uji kelayakan mutu lembaga pemerintah seperti BPOM tentu sudah melalui serentetan proses verifikasi hingga makanan atau minuman tersebut dikatakan foodgrade, edible dan aman dikonsumsi.

Makanan atau minuman yang “seketika menyebabkan kematian” berarti telah mengandung sejumlah senyawa toksik bagi tubuh hingga melewati batas dosis toleransi dan/atau memiliki tingkat toksisitas yang dikategorilan tinggi. Lalu bagaimana senyawa toksik ini bisa terkandung dalam makanan dan menyebabkan kematian?
Banyak faktor yang menbuat makanan/minuman mampu menyebabkan kematian, faktor2 tersebut dapat ditinjau dari aspek kimiawi, biologis, fisikawi, maupun mikrobiologis. Kasus pada umumnya disebabkan oleh faktor kimiawi dan mikrobiologis.

Seperti penambahan zat kimia toksik secara sengaja. Kilas balik: pada kasus kematian Mirna akibat meneguk kopi yang telah ditambahkan sianida. Sianida dalam bentuk HCN sangat mudah terserap oleh tubuh yang pada dosis tertentu mampu merusak sistem metabolisme tubuh.

Selain itu kematian yang disebabkan oleh makanan/minuman juga umum terjadi akibat mengandung mikrobia patogen atau mikrobia penghasil toksin seperti Aspergillus flavus atau Aspergillus parasiticus yang mampu menghasilkan metabolit sekunder berupa aflatoksin dengan tingkat toksisitas sangat tinggi.

Penelusuran saya yang berujung tulisan ini, berawal dari sebuah broadcast yang menyatakan seorang wanita meninggal akibat mengkonsumsi cokelat setelah makan mie instan. Begini isi broadcast tersebut:

//Ada seorang Wanita meninggal ‘Mendadak’ dgn ‘Kelima Panca Indera keluar nanah . Setelah diselidiki ternyata Wanita ini meninggal, bukan krna ‘Bunuh Diri’ atau ‘Dibunuh’, melainkan karena ketidaktahuan tentang ‘Racun akibat Makanan’. – Wanita ini memiliki kebiasaan makan coklat. Tiap hari, ini tidak masalah. Masalahnya, malam itu wanita ini kebanyakan makan ‘MIE GORENG’. –
.
Sebenarnya cma makan mie goreng saja juga tidak masalah, karena orang rumahnya juga banyak makan mie malam itu dan tak ada yang meninggal.
.
Tetapi, karena MIE itu mengandung ‘Arsenic Pentoxide’ (As2O5) & berhubung habis makan MIE wanita itu makan COKLAT. Terjadilah “Reaksi Kimia” di dalam perut yang membuat ‘Arsenic Pentoxide’ (As2O5) berubah menjadi Arsenic Trioxide (As2O3) yang sangat beracun. – Inilah yg Mengakibatkan : • Hati • Jantung • Ginjal • Pembuluh darah rusak • Usus Berdarah • Pembuluh darah Melebar
.
– Sehingga wanita itu Meninggal dengan sangat Mengenaskan dengan Kelima Panca Indera ‘Keluar Darah’ saat itu. – Jadi Hati-hati!! Jika habis banyak makan. • MIE goreng •. MIE kering •. MiE soto – Jangan makan coklat pada saat yang ‘Bersamaan’ !!!//

Miris hati membacanya terlebih ketika broadcast tersebut menjadi highlight sebuah web berdomain [dot com] yang menyajikan poin-poin kalimat yang cenderung membenarkan postingan tersebut. Belum lagi diviralkan pula melalui sejumlah postingan dari akun-akun yang memiliki followers yang tidak sedikit.

Sebenarnya sedari awal broadcast tersebut sudah sangat amat meragukan mengingat tidak dijelaskan dengan baik siapa, kapan, bagaimana dan terlebih sumber bc (broadcast) tersebut. Namun berhubung broadcast tersebut ber-keyword “makanan” , “reaksi kimia”, dan “kematian” saya tertarik untuk menanggapi dari sudut pandang ilmu yang saya dalami.

Setelah kita mengetahui bahwa makanan/minuman yang aman dikonsumsi adalah makanan/minuman yang semua komponen didalamnya dikategorikan “foodgrade”. Maka kasus kematian “mendadak” akibat makanan seperti yang tertera pada broadcast tersebut sudah barang tentu makanan yang dimaksud mengandung senyawa non foodgrade atau menjadi non foodgrade pada prosesnya sehingga dalam dosis tertentu apabila dikonsumsi dapat seketika menyebabkan kematian.

//“Tetapi, karena MIE itu mengandung ‘Arsenic Pentoxide’ (As2O5) & berhubung habis makan MIE wanita itu makan cokelat. Terjadilah “Reaksi Kimia” di dalam perut yang membuat ‘Arsenic Pentoxide’ (As2O5) berubah menjadi Arsenic Trioxide (As2O3) yang sangat beracun.”//

Entah mie jenis apa yang dimaksud si host yang tidak diketahui identitasnya itu. Sebut saja Pongge. Pongge menerangkan bahwa mie tersebut mengandung Arsenic Pentoxide dan sebagainya, dan sebagainya. Pertanyaannya adalah bagaimana senyawa logam berat seperti Arsenic Pentoxide “ada” dalam makanan?

Dalam penggunaannya Arsenic Pentoxide digunakan sebagai bahan baku utama pembuatan senyawa arsen, dalam pembuatan gelas, pembasmi rumput, pembuatan paris green, enamel, sebagai pengawet kayu, sebagai rodentisida, insektisida (BPPT, 2002)

Maka apabila benar terdapat kandungan Arsenic Pentoxide pada mie yang dimaksud maka tidak hanya mie instan namun semua jenis makanan yang mengandung senyawa tersebut dalam dosis tertentu apabila dikonsumsi akan mengalami kerusakan fungsi tubuh sehingga menyebabkan kematian tanpa harus dibumbui dengan kalimat “setelah makan cokelat” atau “reaksi kimia”.

Terlepas dari gejala apa yang ditunjukkan korban meninggal, isu ini menjadi viral dan meresahkan ketika mie dan cokelat yang dikonsumsi korban pada broadcast tersebut kemudian digeneralkan menjadi “mie instan” dan “cokelat” umum dikonsumsi masyarakat dan turut digemparkan melalui postingan-postingan pada web dan sosmed yang mengkotakkan stigma masyarakat bahwa mengkonsumsi cokelat setelah mie instan adalah salah dan dapat menyebabkan kematian.

Nah kuy lebih berhati-hati dan bijak dalam membaca, menerima dan membagi postingan.
Telusuri dan telaah terlebih dahulu sebelum kamu berbagi informasi 😉

Oleh: Rizqi Amalia Hutami

Pustaka:
http://www.kelair.bppt.go.id/sib3pop/B3/ArsenPentaoksida.htm

#FaktaPangan
#HMPPImenulis
#PeduliNyataBerkelanjutan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *