Halo FoodLovers!

Udah hari ke berapa nih di rumah aja? Udah lama ya kita enggak ketemu secara langsung, enggak ngampus juga huhuhu kangen juga  ya.

Apa kabarnya nih? Semoga dalam keadaan baik-baik dan sehat selalu ya, FoodLovers. Jangan lupa tetap di rumah aja ya untuk memutus penyebaran Covid-19!

Nah dalam rangka mengisi kegiatan FoodLovers selama di rumah aja,  kami Departemen Profesionalisme dan Akademik KMTPHP Kabinet Arkatama 2020 menyelenggarakan kegiatan positif dan produktif yaitu Rangkaian Webinar Red Alert 2020 untuk memperingati hari jadi KMTPHP ke-34.

Rangkaian webinar #1 mengangkat tema “Asupan Harian Selama Pandemi Covid-19 dalam Perspektif Ilmu Gizi” diselenggarakan pada hari Jumat, 19 Juni 2020 pukul 13.30-15.00 WIB. Webinar #1 ini mengundang narasumber yang menarik dan keren yaitu Dr. Dwi Larasatie Nur Fibri, S.T.P., M.Sc selaku dosen bidang pangan dan gizi TPHP UGM. Acara dipandu oleh moderator yaitu Lolita Candra Paramesti yang merupakan staff Departemen Profesionalisme dan Akademik.

Pada artikel kali ini, kita akan sedikit banyak membahas dan mereview hasil webinar bersama Bu Dwi kemarin. Yuk dibaca dengan seksama ya FoodLovers!

FoodLovers udah paham belum sih definisi sehat itu apa? Apakah sehat hanya jasmani saja? Atau juga sehat haruslah jasmani dan rohani?

Jadi, sehat adalah keadaan sejahtera yang meliputi fisik, mental, dan sosial, tidak hanya bebas dari penyakit atau kecacatan (World Health Organization, 2015). Nah, berdasarkan definisi tersebut FoodLovers sudah sehat belum nih terutama saat kondisi pandemi seperti ini? Perlu diingat ya sehat bukan hanya jasmani saja ya tetapi juga rohani juga lho.

Bu Dwi menyampaikan bahwa di Negara Indonesia masih ada masyarakat yang asupan gizinya tidak dapat terpenuhi dengan baik sehingga menimbulkan dampak negatif yaitu mengalami beban gizi ganda yang dapat menyebabkan kegemukan maupun kekurusan. Apabila kelebihan asupan gizi harian maka akan menyebabkan penyakit lain seperti diabetes.

Ohiyaa, Bu Dwi juga menjelaskan lho cara menghitung kebutuhan kalori kita setiap harinya supaya kita dapat memenuhi asupan harian dengan baik dan tidak terjadi kekurangan atau kelebihan kalori. Sebelum menghitung kebutuhan kalori yuk kita mengenal apa itu BMR dan SDE. Basal Metabolisme Rate (BMR) merupakan kalori yang dihitung ketika tubuh kita beristirahat namun tidak tidur dan Spesific Dynamic Effect (SDE) merupakan kalori yang digunakan untuk mencerna makanan.

Cara menghitung kebutuhan kalori

Total Energy Needs = BMR + Activities – Sleep (subtract 0,1 kcal/kg/hr) + SDE (6–10%of energy)

Perhitungan kebutuhan kalori dapat dilakukan dengan dua metode yaitu Metode Burtis dan Metode Guthrie. Metode Burtis merupakan perhitungan dengan metode sederhana karena berdasarkan pembagian kegiatan sehari-hari menjadi 4 yaitu sedentary (30% BMR), light activities (50%BMR), moderately (75% BMR), dan very active (100% BMR). Serta cara menghitung SDE adalah SDE = 10% (BMR + activity) kcal. Sedangkan Metode Guthrie merupakan metode yang kompleks karena dalam perhitungannya menggunakan spesifikasi kegiatan sehingga tidak ada pengurangan sleep.

Berdasarkan perhitungan kebutuhan kalori dan asupan kalori setiap harinya, jika energi masuk > energi keluar menyebabkan kelebihan berat badan. Sedangkan jika energi keluar > energi masuk menyebabkan kekurangan berat badan.

Pada masa pandemi Covid-19 asupan gizi harian tidak hanya memenuhi kebutuhan energi tetapi juga membutuhkan zat gizi yang dapat mempertahankan sistem imun tubuh guna mencegah penularan virus corona. Masa pandemi Covid-19 serta adanya himbauan work from home menciptakan tantangan tersendiri bagi aktivitas sehari-hari kita yaitu rebahan, bekerja atau sekadar bermain laptop sampai berjam-jam, aktivitas super sedentary, asupan makanan tidak terkontrol, serta munculnya rasa bosan karena terlalu banyak di rumah saja.

Bu Dwi berpesan kepada kita agar menerapkan beberapa tips di bawah ini dalam kehidupan sehari-hari khususnya pada masa pandemi Covid-19

  • Konsumsi aneka ragam makanan dengan cara mengisi piring makanan kita dengan konsep 2/3 makanan pokok, 2/3 sayur, 1/3 lauk, dan 1/3 buah-buahan
  • Membiasakan sarapan
  • Membatasi asupan GGM yaitu gula 4 sdm/5 gram/200 kkal, garam 1 sdt/5 gram/2000 mg natrium, dan lemak 5 sdm/67 gram/ 702 kkal
  • Konsumsi asupan buah dan sayur untuk mencukupi kebutuhan vitamin dan mineral
  • Konsumsi suplemen jika diperlukan
  • Memenuhi kebutuhan cairan tubuh
  • Melakukan aktivitas fisik
  • Nudge your self dengan menciptakan sistem yang memaksa kita melakukan hal produktif untuk mencukupi asupan gizi

Jika kita menerapan tips di atas maka kita  kebutuhan asupan harian terpenuhi dengan baik sehingga kesehatan tubuh akan lebih terjaga dan sistem imun menjadi lebih kuat.

Sekian dahulu ya rangkaian webinar bersama Bu Dwi yang telah menyampaikan materi yang menarik dan bermanfaat untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

See you on Webinar #2 KMTPHP 2020 dengan tema yang berbeda dan pastinya menarik untuk diikuti. Stay safe and stay healthy, FoodLovers! Salam hangat, KMTPHP Kabinet Arkatama 2020.

 


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.