Cocokologi: Ubi dan Kentut

[HMPPI MENULIS]

Cocokologi: Ubi dan Kentut

Oleh : Ariska Avivah

Hai kamuuu
Apa kamu termasuk mereka yang kerap mengeluhkan sering kentut setelah makan ubi?
Pernahkah kamu menduga-duga hubungan sebab akibat diantara keduanya? hmm kentut dan ubi. Kuy cari tahu kedekatan keduanya 😉

Apasih kentut?
menurut KBBI kentut adalah gas sisa pencernaan berbau busuk yang dikeluarkan lewat anus. Kandungan gas pada kentut didominasi oleh nitrogen, hidrogen, karbon dioksida, dan metana. Gas ini merupakan hasil samping dari metabolisme mikrobia2 pembusuk pada kolon. Bau menyengat pada kentut berasal dari senyawa sulfur pada gugus indol atau hidrosulfida (S-H).

Sementara ubi jalar merupakan karbohidrat kompleks yang kaya serat. Struktur karbo kompleks pada ubi ini membuat ubi tak mudah dicerna oleh lambung dan usus halus sehingga potongan polimer karbohidrat yang tidak terserap akan melewati usus penyerapan sehingga terfermentasi dalam usus besar oleh bakteri2 kolon.

Semakin banyak potongan polimer yang lolos dari usus halus, maka semakin banyak substrat yang dapat difermentasikan bakteri2 kolon tentunya berakibat pada makin banyak pula gas sisa metabolisme yang dihasilkan.

Meski demikian tentu masih banyak faktor2 lain penyebab banyak sedikitnya kentut atau flaktulance yang dihasilkan akibat konsumsi ubi. Salah satunya adalah proses pengolahan si ubi tersebut. Semakin panjang rantai proses semakin kandungan karbo kompleks dalam ubi tersebut terurai, sehingga makin mudah pula usus mampu mencerna.

Hal ini tentu menyebabkan volume gas kentut yang dihasilkan tidak sebanyak bila ubi melalui proses pengolahan yg lebih singkat, sebab substrat yang dapat difermentasi mikrobia lebih sedikit.

Source:
www.kompas.com; www.temumedia.com; kbbi.web.id

#FaktaPangan
#HMPPImenulis
#PeduliNyataBerkelanjutan

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *